Selasa, 02 Mei 2023

my youth with you

tahun ini umurku sudah menua, tidak lagi di umur belasan tahun

kadang kenangan demi kenangan muncul saat masa mudaku bersamamu

sekalipun aku tidakpernah berusaha mengenangmu, sekalipun tidak pernah

lalu tiba-tiba di suatu malam aku menemui

kamu tersenyum, menggenggamku.

berbicara seolah-olah kita masih bersama

kamu menggenggamku di sepanjang jalan pulang, seperti saat itu

kita tertawa dan bercanda bahwa di masa depan kita pasti akan tetap bersama


.... aku terbangun dari kenyataan


menyadari bahwa kamu dan aku sudah lama tidak menjadi kita, 

umurku sudah diakhir kepala yang harusnya sudah kesana kemari 

apakah ini penyelasanku...

jika aku menyesal, apa yang aku sesali..


aku tidak pernah bertanya atau mendengar kabarmu

karna aku pasti goyah jika sekali saja mendengar kabarmu yang tidak baik-baik saja

aku benar-benar tidak pernah mencoba untuk mencari kontakmu

karna sekali kamu goyah, mungkin aku langsung akan berlari ke dalam pelukanmu


realita yang menyedihkan

bagaimana bisa kamu melepasku saat aku menyuruhmu berhenti?

saat itu harusnya kamu menahanku!

dan saat itu harusnya aku tidak menyia-nyiakanmu


apakah kamu bahagia?

aku tidak berharap kamu baik-baik saja.

ya, aku tetap sama. 

di matamu aku selalu sama, 

kamu selalu bilang bahwa aku tidak pernah memikirkan posisimu!

dengar, seperti yang kamu bilang...

aku adalah orang egois yang pernah kamu kenal

dan karna rasa egoisku, aku kehilanganmu..



Senin, 13 Juni 2022

Hide Story

 cerita yang seharusnya tidak pernah aku publikasikan...


aku tidak pernah ingat waktunya, yang aku ingat saat itu adalah hari-hari menuju hari bahagia 'kita'

ada sebuah pesan, dia bertanya apa hubunganku denganmu krn setaunya aku dan kamu telah berpisah

kuabaikan dan kuhapus pesannya..

hari berganti bulan..

pesan dari dia datang lagi, kali ini dia mengirimkan sebuah jepretan layar

isinya teramat mengharukan..

kamu : kamu cantik dan rajin beribadah

dia : hehe jangan membuatku tersipu

kamu : untuk ratuku kelak, aku tidak akan membuatmu bekerja keras. cukup aku yg bekerja keras

dia : hmm kelak jika menikah mungkin aku juga akan menurut apa kata pasanganku


aku cek tanggal dan bulannya..

dan saat itu masih berfikir mungkin itu sudah lama

mungkin ini adalah cobaan

mungkin ini hanya seorang yang mencoba mengujiku

mungkin ini hanya lah sesuatu yang harusnya tidak aku tau..


aku menutup mata..

sambil memikirkan harus bagaimana..


aku mencoba membuat sebuah akun baru, untuk mengintainya

lalu aku berfikir mungkin "teman-teman" nya tau dan aku mengikuti teman-temannya..


tak sampai hati..

mereka ada dalam sebuah foto beruntun..

berdampingan, bersama dalam sebuah kerumunan

yang aku tidak pernah tau kapan..


hari bahagia ku akhirnya datang..

aku tidak tau apa yang harus aku lakukan..

saat itu aku hanya ingin berlari sekuat tenaga..

berlari menghindari segalanya..


atau berharap seseorang memutar waktu agar aku menjauh darimu..




Rabu, 17 November 2021

kekosongan..

mulai dr berjalan perlahan
aku mengikuti semua yg kau bimbing
kau menggenggamku seolah aku adalah hidupmu
kau menyakinkanku bahwa akulah duniamu
lali entah sejak kapan aku merasa ini bukan pilihan yg harus aku pilih
aku seharusnya melarikan diri dari awal
seharusnya tidak sampai di titik ini
seharusnya aku hanya terus melihatmu dalam diam
diam bahwa kamu bilang hanya melihatku, nyatanya.. 
diam bahwa kamu bilang aku adalah duniamu, nyatanya.. 

tidak ada semua perkataanmu yang benar.. 

kamu bersikap baik di depan semua orang
kamu bersikap bahwa hanya aku satu-satunya.. 

nyatanya.. 

semua ini sudah kau perhitungkan.. 

semua orang tertipu dengan baik, kecuali aku
semua orang tertipu dengan mulut manismu, kecuali aku

sampai akhir aku hanya menahan diri, 
karena meski dari awal kau menipuku, aku tetap berharap suatu saat semua katakatamu adalah murni dr lubuk hatimu.. 

byebye, kenangan .. 
rasanya luka ini tidak akan pernah sembuh.. 

Minggu, 29 Agustus 2021

cerita tentang temanku

Hari ini tidak sedang hujan

Tapi mengapa air membasahi pipi mungilmu

Tidak ada yang akan membuatmu terluka, karena aku disisimu

"kamu tidak sedang berada disisiku, aku sendirian" jawabnya

Aku hanya bisa melihatnya tanpa berbuat apa-apa


"Apa yang kau tangisi?"tanyaku

"Entahlah"Jawabnya. "aku seperti menemukan bom waktu dikepalaku, yang seolah2 bisa meledak kapanpun" Terusnya.

"Kau bisa menon aktifkannya dengan mudah, mengapa serumit itu.." kataku.

"Andai saja semudah itu.. aku takkan ingin merasa menyerah bertahun-tahun ini" "tahun berikutnya yg kuharapkan bahagia, terulang kembali. lagi-lagi kembali dengan kesalahan konyol. Yang aku tahu, semuanya"
"Aku ingin membongkarnya, atau mendiamkannya. tapi ketika aku diam, tingkah lakunya semakin menjadi. dan ketika ku sadar akan semuanya, lagi lagi dia berbaik hati"
"Jeda waktunya terasa nyata. terasa seperti 'tidak mungkin dia melakukannya'"

"melakukan apa?"tanyaku.

"entahlah. mungkin aku hanya bisa bilang, buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. buah itu pasti akan tetap ada di sekeliling pohon itu" jawabnya.

"tidak perlu bersabar"tegurku.

"aku tidak sedang bersabar" "aku hanya ingin membuatnya menyesal" tegasnya

"Menyesal akan apa?"tanyaku.

"Menyesal saat kehilanganku. mungkin saat aku menulis surat ini, hatiku sudah benar2 ingin pulih. sepulih-pulihnya" jawabnya dengan menyeka air mata.

"bagaimana dengan bom waktu dikepalamu?"tanyaku lagi.

"aku membenamkannya dikepalaku, jauh didalam, jadi ketika ingin meledak, yg meledak hanyalah lapisan terdalam. Jika rusaak, akan rusak sebagian, bukan keseluruhan"jawabnya dengan tenang.

"bukankah kau sudah sedikit lebih tenang?"kataku.

"yaaah.. terimakasih telah meluangkan waktu. surat ini sangat berharga untuk mengisi kesepianku yg tak kunjung sirna"jawabnya
"kau juga berhak bahagia, bukan dengan orang yg sama yg hanya memandangmu dengan menutup mata"jawabku
"kebahagiannku akan datang, dan aku yakin kebahagianku itu adalah kesepian tanpa rasa sakit, bukan seperti ini.. kesepian yang teramat sakit. seperti teriris pisau, kecil tapi lukanya berlarut-larut"

"kesepian juga akan datang saat kau sadar, kau sudah melangkah terlalu jauh.. menyakiti sana sini dan tidak akan pernah bisa kembali"

Jumat, 02 April 2021

saat kemarau panjang

 

File lama mulai bermunculan

Satu persatu kulihat dengan tersenyum

Sebenarnya apa yang dilihat dirinya dulu ketika bersamaku

Tidak ada, 

Ooh lalu aku sadar dia tidak bisa meninggalkanku

Karena semua temannya adalah temanku

Jadi saat dia meninggalkanku, pasti dia tetap disekitarku

Jadi saat dia ingin mendekati temanku yang lainnya, temanku yang lainnya akan berfikir tentangku

Ketika siklus menjadi seperti itu, dia tersadar dan tetap bertahan dalam banyak keraguan.


Keraguan hingga bertahun tahun..

Melanjutkan bosan,

Bertahan terlalu jenuh,

Meninggalkan teramat banyak waktu yang terbuang..

Karena memulai lebih sulit daripada bertahan..


Memilih untuk pergi berkeliling, meninggalkan rasa hampa

Hampa..

Dia berfikir hanya dia saja yg hampa..

Dia berfikir aku selalu dimabuk cinta olehnya..


Akhirnya dia mendapatkan apa yg dia mau, 

Sebuah pelampiasan yang jauh berbeda dariku..

Sebuah pelampiasan yang sempurna..

Sebuah pelampiasan yang tanpa sadar selalu menjadi nomer satu bagimu..

Sebuah pelampiasan yang akhirnya dia anggap cinta sejatinya yang hilang diantah berantah..

Sebuah pelampiasan yang menjadi cinta nyata dan murni dihatimu hingga detik ini ~~


Lalu aku..

Aku bertahan dalam ketidak pastian..

Hujan kuterpa, Panas kulalui dengan penderitaan

Penderitaan karena percaya pada cinta yang selama ini kutimpa dengan hati-hati


Setelah itu..

Aku berlari kesana kemari

Tidak berusaha melupakannya

Tidak berusaha mencoba tetap bertahan dengannya

Karena aku sadar, ketika bertahan pasti makin melelahkan..


Saat itu, 

Bertahan terlalu menyesakkan

Mencintainya terlalu menjijikkan

Melihatnya selalu membuat ragaku menghilang


Terlalu putus asa untuk tetap disisinya

Terlalu putus asa untuk mendapatkan cintanya

Terlalu putus asa untuk memulai segalanya 


Akhir yang indah datang

Kulihat dia tersenyum lagi

Meski tidak denganku

Meski tidak disampingku


Karena saat disampingku dulu, aku berharap cintanya sama denganku

Karena saat bersamaku dulu, aku berfikir semua hatinya untukku


Meski sudah bertahun-tahun kejadian itu berlalu

Rasa sakitnya masih membekas

Luka dihatiku tidak kunjung hilang 


Ternyata memaafkan tidak semudah omongan

Ternyata melihatnya tersenyum bersama orang lain, teramat menyakitkan..


Jumat, 05 Maret 2021

pergi atau merelakan

 

kata manis selalu terucap

kamu layaknya aktor dalam sebuah film laga

tetapi kamu hanyalah figuran

peran mu hanya untuk menyakiti menyakiti dan menyakiti

peranmu hanya datang dan kemudian pergi

peranmu hanya untuk melukai pemeran utama..

peranmu sama sekali tidak penting

lalu siapa pemeran utamanya..

aku satu2nya pemeran utama yg berhak bahagia


saat aku tau peranmu tidak penting..

mengapa sesakit ini untuk bertahan

sedang berkali kali kamu ku tahan untuk tetap disampingku


aku tidak menginginkanmu untuk tinggal

tetapi aku juga tidak menginginkanmu untuk pergi

bertahan denganmu itu melelahkan

sedang ditinggal olehmu itu teramat menyakitkan


jalan bercabang yang membuatku enggan tinggal

tidak ingin melangkah atau pergi

selamanya aku ingin menetap dijalan bercabang


mungkin aku selalu berharap suatu saat..

kelak..

nanti..

bertahun tahun kemudian..

hanya aku yg mampu bertahan untukmu.. untuk kita..


tidak ada kebohongan yg selalu ingin aku simpan

berbeda denganmu..

kebohongan kecil ditutup dengan kebohongan kecil lainnya


aku selalu tersadar akan kebohonganmu, tetapi aku memutuskan percaya

aku memutuskan untuk selalu bilang "ya sudah, suatu saat kamu akan berubah"


aku juga berhak bahagia bukan..

aku juga ingin senyummu hanya untukku..

aku ingin kalimat manismu hanya untukku..

aku ingin perhatianmu hanya terfokus untukku..

tapi ternyata hal sekecil itu terlihat sangat sulit bagimu..


saat terlalu jauh..

saat terlalu lama..


padahal kamu hanya pemeran figuran..

tetapi kenapa teramat nyata luka yang aku rasa..


aku harus bahagia, dengan caraku sendiri..

aku harus tersenyum, tanpa memendam luka..

aku harus tertawa, ketika kamu memutuskan untuk pergi (lagi) ~~

Kamis, 25 Februari 2021

sebuah kesalahan

Tidak ada yg mengerti tentang apa yg ada dalam hati
Mulut selalu berkata sebaliknya 
Kaupun seperti itu
Harusnya tidak sampai seperti ini
Harusnya jika dari awal kamu enggan, lebih baik pergi.
Lalu buat apa kau bertahan dengan mengesampingkan semuanya..
Seolah olah itu hanya kekurangan yg amat kecil..
Tp setelah bertahun tahun kau sadar bahwa kekurangan itu melemahkan harga dirimu..
Harga diri yg selalu melonjak lonjak diatas awan ketika berada di lingkaran pertemanan mu
Kau sadar akan hal itu..
Awalnya mencoba menghibur diri dengan haha hihi
Meneruskan percakapan yg terputus ditengah jalan..
Lalu kebohongan kebohongan kecil terjalin
Berkumpul menjadi satu di dalam sebuah kubangan
Dan akhirnya tau bahwa hal itu menyenangkan untuk diteruskan..
Lagi.. dan lagi..
Kau berfikir.. lama lama dia akan menyerah dengan sendirinya..
Lama lama dia akan pergi sendirinya..
Tapi apa yang kau pikir salah..
Aku tidak akan pergi jika tidak kau suruh pergi..
Aku tidak akan lari jika tak kau suruh lari..
Aku tidak akan menjauh jika tak kau suruh..
Selalu seperti itu perasaan bodoh ini terus menerus melukaiku..
Sampai kapan akan bertahan..
Hubungan bodohmu sungguh memuakkan..

Senin, 18 Januari 2021

bayangan

Saling bertemu, saling menatap, saling bertukar sapa
Proses yang dpt biasanya
Awalnya kamu hanya biasa saja
Lalu dengar dari si a si b si c, ternyata kamu orangnya istimewa ~~

Aku mulai berharap
Awal yang biasa saja membuatku berpikir terlalu jauh
Kamu bilang kamu bahagia bersamaku, dan tanpa kujawab aku juga menganggap kamu adalah segalanya.

Saat berdua meski seharian penuh kamu jarang menatap ponselmu, hanya fokus kepadaku
Dan sikap itu yang membuatmu makin istimewa ~~

Suatu hari kukenalkan pada seorang teman..
Temanku bilang "apa benar dia masih single"
Hatiku dag dig dug.. masa iya temanku menyukaimu.. itu pikirku..
Lalu temanku bilang lagi.. coba kamu cari sosmednya..

Aku tidak pernah seingin tahu itu untuk mengetahui lebih jauh tentang sosial mediamu..
Karena itu ketika dari awal perkenalan, aku tidak mencaricarimu di dunia maya
Dan omongan temanku berlalu begitu saja

Tahun berganti..
Dan hubungan ini entah mengarah kemana..

Sesaat omongan temanku yang kulupakan merasuki pikiranku..
Dan aku mulai mencari segalanya..
Dari nama, bertanya ke seorang teman yang mungkin saja tau tentangmu, semuanya.. segalanya..

Seperti tertampar..
Hari bahagiamu cuma tinggal sebulan..

Lalu selama ini, aku ini apa..
Bagaimana waktu2 bersama kita..
Bagaimana hari yang kita habiskan bersama..

Seperti jalan ditempat..
Aku memutuskan pergi begitu saja..
Tanpa bilang bahwa aku tahu semuanya tentang kamu dan hari bahagiamu..

Selang beberapa hari untuk hari bahagia, aku berfikir untuk pergi ke hari bahagiamu..
Mengejutkanmu, fikirku..
Tapi aku tidak selapang itu untuk hanya datang dan tidak melakukan apa-apa..
Setelah berfikir kesana kemari, tiba tiba ada pesan darimu berisi "aku merindukanmu"

Memang benar kata temanmu bahwa kamu sangat istimewa..
Bagaimana tidak istimewa.. 
Kurang beberapa hari kamu menuju hari bahagia dan masih bisa kamu mengirim pesan padaku yang 'hanya' seseorang yg bisa membuatmu bahagia..
Kalo aku membuatmu bahagia, lalu dia itu apa..

Ketika akal warasku hilang..
Pada hari H bahagiamu..
Aku memutuskan mengurung diri..
Dan membiarkan hari hari berlalu pilu

Terakhir ketika aku ingin memblokir mu..
Kamu bilang.. " maaf.. aku bahagia bersamamu, dan aku ingin meneruskan hubungan ini.. hubungan pertemanan kita.. kita masih saling berhubungan ya.. nanti aku ingin menemuimu"

Dari awal kamu sangat sangat istimewa.. 
Apalagi sikapmu yang tidak tau diri, sangat istimewa hingga aku tidak berhenti mencaci maki diriku yg begitu menggilaimu..

Untuk mengakhiri hubungan pertemanan ini..
Aku pura2 bodoh sampai kita berjumpa..
Dan bayangkan.. 
Bagaimana ketika pasangan halalmu mengetahui sikap istimewamu ini..
Ketika mau menuju hari bahagia malah bilang rindu kepada orang yg dianggap bahagianya..

Bayangkan betapa sakit hatinya..
Betapa hancurnya..
Dan betapa aku ingin tertawa hingga hampir gila rasanya..

Kamu istimewa, terlalu istimewa hingga membuat aku terpuruk..
Terlalu istimewa hingga membabi buta..
Terlalu istimewa hingga ingin kubeberkan semuanya..


Kamis, 24 September 2020

Kisah yg kandas

Sebelumnya aku selalu berfikir kamu dan aku adalah kita.

Segalanya tentangmu

Semua waktuku terpusat olehmu

Semua yang aku lakukan selalu kamu yg jadi prioritasku.


Sampai aku menemukan kejanggalan

Hingga diujung waktu, aku masih berfikir duniamu adalah aku


lalu secara tiba-tiba, secara bergiliran..

secara berurutan semuanya muncul secara tiba-tiba..


aku mencoba bernafas, mencoba tidak mencari terlalu jauh.

ketika aku berhenti mencari, seolah datang sendiri segala hal yang tidak ingin aku cari itu


sehari dua hari hingga seminggu rasanya aku berhenti bernafas

tidak ada yang ingin aku lakukan ataupun ingin ku makan


kata maaf dan kebenaran yang lain darimu makin menyulut api yg berkobar.

"ini mimpi" berulang kali aku mengatakan hal itu dalam hatiku

"ini tidak benar" setiap hari aku mengulangi kalimat yg sama


rasanya aku sudah diambang kehancuran.

rasanya setiap hari seperti neraka

rasanya aku ingin menangis berteriak, tapi aku selalu menahannya.


sampai beberapa lama..

aku bercerita kpd seorang teman yg kupercaya

aku bercerita dari awal hinggaa akhir

dia bilang "positif thingking"

dia menguatkanku, seorang yg benar2 aku butuhkan saat itu.

dia bilang "mau percaya lagi atau tidak itu terserahmu, kamu yg memutuskan"


ketika waktu berlalu seperti debu..

aku baru bisa yakin..

aku tidak pernah memaafkanmu, karena luka yang kamu beri teramat dalam

dan aku tidak sehebat itu bisa menanggung semuanya.


meski waktu berlalu, luka yang kamu beri masih terasa sakit.

masih terasa seperti tertusuk paku yang sangat runcing.

Minggu, 31 Mei 2020

future is coming ~~

Perasaan rendah diri datang menghantui, menikmati untuk diresapi.
Lalu ada saatnya ingin berkoar-koar tentang keadaan, menunjukkan ini itu atas kebahagiaan
Benar-benar ada saatnya ingin memamerkan diri.

Tetapi ...
Ketika sudah ditahap akhir, selalu gagal mengeksekusi ..
Karena beragam hal yg tak tercapai
Seperti 'ahh kamu tertawa, apa kamu bahagia?' 'ahh apa kamu bahagia? Kamu masih tidak tau apa yg dilakukannya di belakangmu?' 
'Ahh kamu ternyata seperti ini, apa kamu tidak sadar perubahan yang sedang terjadi?'
'Ahh lagi-lagi kamu membagi bagi apa yang seharusnya menjadi milik orang lain'
'Ahh bukan kah seharusnya itu menjadi "milikku"'

Selalu terganjal akan halhal yg tidak seharusnya datang
Seperti pernah merasakan di posisi orang yang seharusnya "tidak" memiliki
Seperti pernah merasakan di posisi memiliki apa yang seharusnya "tidak" dimiliki
Seperti pernah merasakan di posisi yang seharusnya tidak akan pernah menjadi apa yang seharusnya benar2 dimiliki

Hanya memikirkan saja sudah mengerikan, apalagi jika terjadi secara kebetulan
Membayangkan saja aku sebetulnya enggan, tetapi hal itu kadang nyata dipikiran

Dan ketika hal hal bodoh "itu" berlalu lalang, akhirnya memutuskan untuk tetap tersimpan rapi dalam catatan dan galery kenangan
Karena ketika dia terlalu lihai, mungkin kamu terlalu pandai untuk berpura2 bodoh dan berusaha memahami sekitar..

Selasa, 11 Februari 2020

andai waktu berganti

Apabila kala itu kita tidak bertemu
Apabila kala itu kita tidak saling menatap
Apabila kala itu kita hanya saling pandang tanpa berucap 

Seandainya waktu berganti
Hhh mungkin aku bisa saja mengganti jalur yg ingin selalu kulalui
Berbelok ke kanan atau memutar balik
Atau mungkin sejenak berhenti..

Mendekapmu, membuatku melayang
Tapi aku benar2 ingin menghapus ingatan yg seharusnya sudah kubuang
Aku benar2 mendambamu kembali mendekapku..

Disini, aku enggan menyiksa diri
Tertawa sesukaku dan menangis semauku

"Melawan getirnya takdir ku sendiri"
Tanpamu, aku benar2 seperti orang yg tak berdaya

Namun, bayangnya tetap menghantuimu
Sedang bayangku tak jua kamu jumpai di relung hatimu..

Minggu, 20 Januari 2019

Rasa sakit hati


Hujan datang menyapa
Aku tidak tersenyum, hanya terenyuh
Aku hanya mengharap hari esok segera tiba
Itu saja, aku tidak lagi mengaharap sesuatu yg berlebihan
Krn bagi sebagian orang, mereka ingin berada di posisiku

Satu persatu kenangan lama mulai bermunculan
Maaf, aku tidak ingin mengingatnya
Tapi kenangan itu semakin membuatku tersenyum
Mengapa?
Krn kenangan waktu itu menyakitkan bagi orang lain
Sedang rasa sakit yang mereka dapat,
Seperti telah terbalas dengan sempurna ketika aku beranjak dewasa

Cerita itu bermulai dr perkenalan antara aku dan kamu
Kamu begitu sempurna seperti tidak bercelah
Sedang saat bersebelahan bertatap muka,
Aku seperti tidak pernah mampu untuk membuatmu bahagia

Aku mengagumimu, benar saja
Hanya wanita bodoh yg tidak jatuh hati akan pesonamu
Sempat putus asa,
Meski diakhir kamu juga memiliki perasaan yg sama
Beast and the beauty, teman2mu menyebut kita seperti itu
Sedang si beauty adalah kamu

Aku selalu tersenyum, krn memang kamu sempurna menurutku
Waktu cepat berlalu,
Masa lalu datang dengan menanyakan bagaimana dengan dirinya yg menungguku terlalu lama
Dengan angkuhnya aku bilang "tinggalkan aku"
Padahal aku sudah bersamanya
Bodohnya lagi masa lalu bilang, "kamu pasti akan bersamaku kelak"
Mengapa kamu sekeras ini? Tanyaku.

Sepintas teringat kata orangtuamu,
Sepintas teringat kata teman2mu saat perpisahan kita
Sepintas teringat bahwa saat berpisah aku sangat menyakitimu,
Dan yg paling aku ingat, aku sangat bodoh telah melepasmu yg berusaha memperjuangkanku

The beauty..
Tersenyum bersama
Berjalan bersama
Merangkai mimpi bersama
Menggapai angan bersama
Berjuang bersama
Dan lagi lagi..
Aku meninggalkan seseorang yg berjuang untukku
Untuk kedua kalinya aku melepas seseorang yg berjuang untukku,
Lagi lagi, sebodoh itu..

Kembali merajut asmara dengan orang baru
Bercerita ini itu dengan orang baru
Seolah2 masa lalu tidak pernah ada,
Ya aku menganggap mereka tidak pernah ada dihidupku
Sekejam itu
Sejahat itu
Padahal dibalik arogansiku mereka terluka
Mereka menderita dibalik senyum bahagiaku dengan orang baru
Dengan tidak punya rasa bersalah aku membagikan tiap langkahku dengan orang baru
Dengan tidak punya rasa malu aku bercerita ini itu dengan orang baru
Padahal baru hitungan minggu perpisahan itu.
Aku bisa sekeji itu...

Tahun berganti
Apa yang aku dapat?
Rasanya penderitaan mereka terbalas dengan sekali tembakan
Boom ~~
Ini tidak hanya sakit yang bisa disembuhkan
Ini membekas seperti bekas luka yg tidak akan pernah hilang
Tiba tiba
Aku merasa jijik terhadap diriku sendiri
Yang baru bisa sadar setelah tertembak mati

Sabtu, 24 November 2018

Bunga tidur

Terbayang sebuah kenangan lama
Seakan semesta tahu bahwa kenangan itu memang indah
Rasanya seperti nyata senyum di mimpiku itu
Kamu tersenyum seperti terakhir pertemuan kita
Senyuman bangga saat melepasku

Bermimpi tentangmu sudah sering kualami
Banyak orang bilang jika bermimpi seseorang itu artinya kamu merindukannya
Rasanya aku tidak pernah berfikir tentangmu
Aku juga tidak pernah tiba tiba ingin tau kabarmu

Lalu mimpi itu datang, dengan kondisiku sekarang
Dan kamu tetap sama
Kamu menyapaku dengan lembut
Dengan seolah tidak ada apa apa
Dengan manisnya kamu bertanya bagaimana keadaanku
Dan tentu saja aku menjawabnya dengan senyuman
"Im full of happiness"

Setelah itu aku pergi dan hujan datang
Aku berteduh dan seketika ada seseorang dr kejauhan
Apa yang aku fikirkan?
Aku berharap itu adalah kamu
Dan tentu saja itu bukan kamu
Sambil menggerutu aku bilang 'bodoh, apa yg kamu harapkan'

Aku tetap berteduh di bawah hujan yang sedikit demi sedikit membasahiku yg sedang menunggu
Tiba tiba kamu datang,
Ya waktu itu kamu datang, seseorang yg aku harapkan
Kamu!

Kamu tiba tiba panik, khawatir
Menyuruhku untuk berlindung, memberikan aku perlindungan
Aku tersenyum
Kamu masih sama, dengan yang dulu. Ucapku

Hujan tidak sederas ketika awal aku berteduh
Lagi lagi aku menyuruhnya untuk segera pergi
Lagi lagi aku menyuruhnya untuk meninggalkanku
Krn seseorang yang ku tunggu telah menampakkan dirinya
'Cepat pergi, jangan lagi membuatku adu mulut seperti terakhir kali'
Kamu tertawa 'ini memang jalan pulangku, dan aku hanya menemukanmu yang sedang berteduh' katamu

Seseorang yang ku tunggu melihatku dengannya
Samar samar bilang untuk menahannya pergi
Agak panik, aku menyuruhmu untuk segera pergi
Saat dia dihadapanku, kamu sudah tak terlihat lagi
Untunglah mereka tak sempat bertemu

Dan tersadar semua itu hanya bunga tidur saat mataku terpejam
Namun tetap saja aku tersenyum ketika mengingatmu
Karena kamu tentu saja sudah bahagia,
Dan tentu saja bukan denganku

"Karena kamu hanya masa lalu,
Sedang dia dihadapanku adalah senyumanku"

Sabtu, 20 Oktober 2018

Happiness


Ada yang bertanya kepadaku, apakah kamu bahagia?
bagaimana bahagia yang kamu rasakan?
atau kamu sebenarnya tidak bahagia tapi kamu berpura-pura baik-baik saja?
apa memang kamu sangat bahagia hingga tidak bisa berkata apa-apa?
entahlah, jawabku terhadap setiap pertanyaan yang terlontar
aku bahagia, tentu saja.
aku menangis, hampir setiap hari.
bagaimana rasanya?
simpang siur
kadang aku benar-benar lupa, kadang aku ingin pura-pura lupa
untuk segala hal yang kuanggap tabu, untuk beberapa hal yang membuatku terluka
kamu pernah merasa sangat bahagia hingga rasa kesepian seperti melingkupi
ternyata kesedihan datang enggan beralih
pernah sesekali mencoba menghibur diri dengan ingin pamer kebahagiaan diri,
lalu seketika sadar ternyata aku cuma mencemooh diri lantas berfikir "untuk apa?"
apa reward yg aku dapat dengan hal hal bodoh semacam itu?
ahh kebodohanku yang lain yang baru aku sadari,
kebodohan yang lain, yang baru menyadari bahwa mereka di luar sana banyak yang ingin berbahagia tapi selalu dipersulit
semua terasa seperti "entahlah"
aku tidak ingin terlalu bahagia, nanti takut tiba2 terbangun dari semua mimpi indah ini
tapi aku juga enggan berpura pura selalu kesepian, karna aku tau tangan ini selalu tergenggam
entah ini nyata atau hanya mimpi indah, ini seperti kilatan cahaya
layaknya bintang-bintang yang bergelimang aroma
yang tiba2 diremukkan disegala penjuru dunia
aku ingin bahagia selamanya, bukan hanya cinta mencinta yg bisa hancur seketika
aku benci kehilangan saat aku yakin benar2 menjaganya, yg ternyata masih banyak sekali celah keluar untuknya
aku benci menangis, dimana posisi yang aku ingin sudah kugenggam sedemikian erat
untuk apa lagi? bodoh.
jika benci harusnya bilang benci, bukan pura-pura dan terus berpura-pura masih ingin bersama
jika masih suka, harusnya bilang ingin bersama, bukan meninggalkannya dan membikin rumit segalanya
saat ingin ku genggam erat, ternyata tiba-tiba terlepas begitu saja genggamanmu
sedang saat kubiarkan, tetiba tangan ini sudah berwarna kemerah2an
aku ingin kita sama-sama saling menggenggam, tanpa basa basi
dengan perasaan yang tulus dalam hati
bukan dengan kebodohan yang kamu tutup-tutupi
aku bimbang, bukan hanya bualan
aku mengerti, tidak untuk menyakiti
aku rindu, seperti manisnya madu ~~


The third person

Seketika terduduk lunglai
Bukan menangis atau meratapi
Hanya...
Sedikit sulit kupahami
Aku mengenalmu [mungkin saja]
Aku merasa kita saling memiliki
Aku merasa waktu yang kita habiskan bersama saat berarti
Aku merasa pengorbanan untuk kita bertemu sangatlah memiliki arti
Dan semuanya memang hanya aku yang 'merasa'
Dibalik tawamu, kamu tertawa dengan sadarmu
Dibalik senyummu, kamu tersenyum sesukamu
Dibalik tingkah manismu, kamu bertingkah semaumu
Kamu telah bersama dengan yang lain
Selama ini, tanpa aku tahu apa apa
Kamu telah nyaman dengan yang lain
Selama ini, tanpa aku mengerti maksud dari makna kita itu apa
Dengan mudahnya, kamu bilang tidak bisa bersamaku lagi
Dengan mudahnya, kamu bilang kamu tidak bahagia dengan pilihanmu
Dengan mudahnya, kamu bilang sangat menderita karena keadaanmu
Dengan mudahnya, kamu bilang bahwa semua ini adalah salahku
Dan dengan mudahnya, kamu masih ingin jumpa denganku meski hanya bertutur sapa
Keadaan?
Keadaan apa yang kamu maksud..
Aku seolah olah tidak mengerti maksud dari ucapannya
Di lain hari aku mencoba berfikir 'keadaan' yg dia maksud
Aku mencari dari pelosok ke pelosok
Kenyataan kenyataan yang ada membuat jantungku serasa berdetak lebih cepat dr biasanya
Selama ini, aku hanyalah setitik asa dalam hidupmu...
Setitik asa yang kau rawat untuk kamu tinggalkan
Setitik asa yang kau taburi pupuk hanya untuk kamu lihati dalam diam
Dan dengan sengaja membantingku hingga keangan angan
Kamu tidak meninggalkanku, tapi kamu juga tidak meninggalkannya
Kamu tetap menghubungiku, dan tentu saja kamu masih saja berhubungan denggannya
Tanpa sepengetahuanku
Tanpa kamu sadari bahwa aku mengerti segala hal atas 'semua itu'
Meski waktu itu kamu bersama denganku
Tapi mengapa kamu masih bisa memiliki celah untuk tetap berhubungan dengannya
Kini segalanya aku mengerti,
Sedang saat berjumpa aku memilih diam dan pura pura tak mengerti apa apa
Aku memilih tersenyum saat melihatmu bahagia saat memilihnya
Meski lagi lagi tanpa sepengetahunmu
Tenang saja
Aku bisa mengatasi segala hal yang kamu coba sembunyikan
Aku mengerti...
Aku tidak akan merusak bahagiamu dengannya
Aku tidak akan membuka kebohonganmu yang kamu jaga sedemikian rupa
Karena aku hanyalah setitik asa yang tidak dibuang
Tidak pula dipertahankan ~~




Jumat, 19 Oktober 2018

Im [not] gonna be okay


Sepulang dari kerasnya mencari nafkah
Ku laju motorku dengan sedikit menikmati jalanan kota
Ku perhatikan sekitar dengan perlahan lahan
Meski fokusku tetap mengarah kedepan
Kala itu awan mendung seketika datang
Hujan pun turun rintik rintik
Tetap ku laju motorku tanpa peduli
Akhirnya ku berhenti memakai pelindung diri
Karena hujan tak lagi berteman dengan kondisi jalanan yang tajam
Ku teruskan perjalanan
Lambat
Semakin melambat
Selalu saja ingatan itu datang kala di jalanan
Sangat mendukung bertepatan dengan hujan
Aku seperti membatasi diri
Ku bangun tembok setebal mungkin, bukan setinggi mungkin
Biar aku masih bisa melihatmu, meski tak bisa menggapaimu
Biar kamu masih bisa saat 'ingin' melihatku
Dan tentu saja melihatku 'baik baik saja' menurutmu
Ku memutar motorku sekali lagi meski sudah berada di depan gang rumah
Putar kesana kemari meredakan amarah
Dingin, tapi mengapa jantungku seperti membara
Berkobar ingin meluapkan emosi jiwa
Ada seorang teman yg tiba tiba teringat
Dia pernah bercerita, saat dia lewat
Di depan rumah mantan kekasihnya yg baru berpisah
Mantan kekasihnya dengan kekasih barunya
Padahal belum ada seminggu berpisah
Dia tiba tiba berkata
'Waktu itu aku biasa aja, memang seperti itu biar tau rasa alhasil hingga sekarang aku membencinya dan sejenisnya'
Seketika aku berfikir
"Ahhh sakit yg aku rasa tidak seberapa ya"
"Ahh luka sayatan ini tidak ada apa apanya ya"
"Ahh aku hanya kehilangan sebuah hati, mengapa aku persalahkan ya"
"Ahh aku masih bisa melihatnya kok meski tidak akan pernah memilikinya lagi"
"Ahh itu hanya kesalahan kecil kok, mengapa aku terus menerus mempersalahkannya"
"Ahh kesalahanku dulu pasti lebih parah ya, makanya dia memilih membalasku"
"Ahh bukan aku kan yang dia pilih, mengapa aku terus terluka sebegitunya"
Kalimat itu terulang ulang hingga kemudian aku tenang
Akhirnya aku kembali pulang

"Tidak masalah kamu tidak memiliki hati, toh meskipun hatimu kembali juga hanya berupa keping kepingannya saja"
"Bukan kesalahnnya, tapi kamu sendiri yang terlalu yakin dan percaya hingga semua itu disalah gunakan"
"Kamu yang terlalu polos, terlalu bergantung padanya hingga kamu sangat terluka oleh ketidakadilan yang kamu terima"

Semuanya baik baik saja, tentu saja
Aku sudah dirumah dengan basah kuyup, mata sembab
Sedikit tertawa, aku bilang pada mereka
"Aku baik baik saja"

Kamis, 18 Oktober 2018

May I take this happiness?

Waktu enggan berlalu dengan lambat
Dia datang dengan cepat dan pasti tanpa terburu buru
Andai waktu datang melambatpun,
Tidak ada yang bisa di rubah
Semuanya sama dalam porsinya masing masing
Dan kita tau tanpa saling memandang ~~
Aku telah kehilangan hatiku
Salah,
Kamu meremukkannya dengan sekali hantaman
Hati yang terlalu ku jaga, ku berikan semudah itu untuk kamu jaga
Nasib buruk menimpaku..
Lalu datang awan mendung
Mengais ngais memukul mukul
Menengadah, mengangkat kepala
Dalam balutan senyum
Kamu meminta hatiku kembali
"Aku sudah tidak punya hati"
"Dimana hatimu?" tanyamu
"Kamu bodoh"
"Kalau begitu aku meminta jantungmu"katamu lagi
Enggan menatapnya, enggan memberi, ingin segera berlari
Keputus asaan yang mendalam selalu terpatri
Menusuk nusuk membelah diri
Merenggut nyata dalam hitungan tawa
Kuberikan sebelah jantungku
" mengapa hanya sebelah?"tanyamu
Hati sudah kamu remukkan, jantungpun telah kamu minta
Dengan polosnya, dengan "tidak ada apa apa"
Kamu salah
Aku pasti menjaga jantungmu di sebelah jantungku dengan aman
"Kamu bodoh" kataku lagi.
Waktu itu you always say like that, you promise me that you will keep my heart save
Yang selalu ku ingat, kamu meremukkannya didepan wajahku
You say "i dont need your heart anymore, without you i feel alive"
Jantungku tinggal sebelah
Lalu saat kamu menginjak injaknya lagi didepanku
Bisakah aku menganggapnya bahagia?
Waktu tidak berputar mundur, dia berputar maju
Tiap detiknya mengharap senyumku
Bukan senyum lugu dibalik senyum palsumu
Saat jantungku tinggal sebelah,
Aku akan melebarkan sayapku untuk terbang tinggi
Tanpa berharap padamu lagi
Boleh aku menganggapnya kebebasan?
Waktu langkah kita semulus jalanan
Kamu merusaknya tanpa alasan
Saat waktu kita telah rusak tak keruan
Kamu pergi menghapus semua kenangan
Dengan kejamnya,
Semua itu adalah kebahagiaan
Aku akan mengambil semua hal itu sebagai kenangan ~~

Rabu, 17 Oktober 2018

Where're you now ?

Ketika sang senja mulai berlalu
Aku enggan melangkah pergi
Meratapi kepergiannya
"Jangan tinggalkan aku"
Sang senja tetap pergi dengan mudahnya

Hari berlalu..
Sang senja tiba hadir membuka pintu
"Aku kembali untukmu"
Maaf, aku telah menghapus semua jejakmu
Semudah kau tinggalkan aku

Hari berganti..
Sang senja tidak terlihat lagi
Sedang kulihat hujan selalu membasahi

Aku menunggu kembalimu
Bukan seperti dulu
Tapi seperti awal yang baru
Kau dan aku
Sang senja, dimana kamu ~~

Selasa, 22 Mei 2018

past to future


ini ketakutan yang kesekian
aku tersentak bengong, menyisakan tangisan
aku tidak tau apa yang harus aku perbuat
ketika aku menyadari ternyata selama ini kau tidak pernah melihatku
dan tetap masih melihatnya, bahkan sampai saat ini
melihatnya, seseorang dari masa lalumu yang kau lewatkan dan kau sesali sepanjang hidupmu
kau bisa mendekatinya, bukan. kau sudah dekat dengannya
dan aku tidak tau persis apa yang terjadi
hingga aku menemukan sisi dimana ternyata segala sesuatu yang kau buat, segala sesuatu disekitarmu selalu dan selalu berhubungan dengannya
itu membuat hatiku terluka..
aku ingin tidak perduli, aku bisa hidup meski tanpa kebahagiaan darimu
tapi entah kalimat itu masih berlaku atau tidak dengan kondisi di lapangan
jika nanti kalian dipertemukan dan ternyata memang aku hanyalah serangga dalam hidupmu,
bagaimana aku menjalani sisa hidupku..
sisa hidupku yang tidak lagi denganmu
sisa hidupku yang melihatmu bahagia dengan seseorang yang kau dambakan
sisa hidupku yang harus terus terluka karena kondisi yang kau ciptakan ~~


Senin, 19 Maret 2018

Terkunci Erat

dua anak manusia yang diciptakan
dipertemukan dalam sebuah ikatan
saling berbagi perhatian dan kelembutan
pertengkaran demi pertengkaran telah berjalan
hingga diujung persimpangan datang adanya sebuah pilihan
kamu pergi ke kiri bergandengan tangan
tapi kamu juga menoleh ke kanan karena bosan
mencoba meraih sebuah tangan yang lain
lalu seseorang melepaskan genggaman seraya berlari kecil meninggalkanmu
kamu berhenti sejenak memutuskan menoleh ke kanan atau berusaha menghampiri seseorang yg berlari
kamu memilih menoleh ke kanan untuk berpamitan, tp dia hanya tersenyum padamu (katamu)
kamu mencoba menyusul langkah yang tertinggal didepan
entah jalanmu ini sudah benar atau kamu harus kembali menoleh ke sisi kanan (katamu bimbang)
tetiba kamu behenti, berhenti menyusul ke depan. hanya berhenti.
seseorang didepan yg berharap kamu datang menggenggam lagi akhirnya depresi
lelah akan segalanya dan memutuskan untuk berbelok arah
tapi dari jauh terlihat kamu dengan semua cahaya dibelakangmu
terang, sangat terang hingga membuka matamu pun terasa menyilaukan
kamu mencoba menggenggam sebuah tangan yg kamu (pernah) lepaskan
kamu mencoba meraih sebuah ikatan yang panjang
dengan penuh rasa bosan dan ambisi untuk menang
lantas nanti jika kamu bosan (lagi), kamu akan menoleh (lagi) seperti yg pernah kamu lakukan?
ragu ...
keraguan datang ...
memutuskan untuk sendiri ...
berharap pada diri sendiri ...
mencoba melarikan diri ...
tidak tau apa yang terjadi, lalu hari bahagia tiba
semoga semua adil dan istimewa.
jika kelak ada yang (lagi) datang, putusannya hanyalah sebuah penyesalan rasa kecewa.
that's it.
kecewa tanpa ada harapan pasti,
seraya berkata "im fall in love with you, but i think my super love doesnt enough for you. well done, once again you will be free honey"
melepaskan lebih mudah daripada bertahan,
seperti mencintaimu juga sangat mudah daripada bertahan kala bosan,
pejamkan matamu, dan bayangkan sebuah area pemandangan.
disitu kamu menemukan sebuah senyuman yang membuatmu selalu merasa aman
senyaman dalam sebuah pelukan panjang ~~