Selasa, 22 Mei 2018

past to future


ini ketakutan yang kesekian
aku tersentak bengong, menyisakan tangisan
aku tidak tau apa yang harus aku perbuat
ketika aku menyadari ternyata selama ini kau tidak pernah melihatku
dan tetap masih melihatnya, bahkan sampai saat ini
melihatnya, seseorang dari masa lalumu yang kau lewatkan dan kau sesali sepanjang hidupmu
kau bisa mendekatinya, bukan. kau sudah dekat dengannya
dan aku tidak tau persis apa yang terjadi
hingga aku menemukan sisi dimana ternyata segala sesuatu yang kau buat, segala sesuatu disekitarmu selalu dan selalu berhubungan dengannya
itu membuat hatiku terluka..

aku ingin tidak perduli, aku bisa hidup meski tanpa kebahagiaan darimu
tapi entah kalimat itu masih berlaku atau tidak dengan kondisi di lapangan

jika nanti kalian dipertemukan dan ternyata memang aku hanyalah serangga dalam hidupmu,
bagaimana aku menjalani sisa hidupku..
sisa hidupku yang tidak lagi denganmu
sisa hidupku yang melihatmu bahagia dengan seseorang yang kau dambakan

sisa hidupku yang harus terus terluka karena kondisi yang kau ciptakan ~~

Minggu, 01 April 2018

bukan rindu


aku takut menjadi bergantung padamu ketika nanti aku sudah tidak memiliki apa-apa
nanti, jika aku bergantung lebih dari saat itu padamu dan kau melakukan hal yang sama
bagaimana nasibku dikemudian hari?
saat itu aku masih sanggup berdiri dengan terseok seok seolah olah aku hidup tapi terus terusan berhalusinasi
lantas jika aku sudah bergantung sepenuhnya kepadamu dan hal yang sama terulang lagi?
aku harus bersikap seperti apa?
aku akan menjadi apa?
aku akan menjadi gelandangan tanpa sampah
aku pasti pergi dengan sejuta kenangan yang tidak perlu diukir dan diingat
Let it flow..
semua kenangan sudah berlalu
aku tidak ingin bergantung sepenuhnya kepadamu
biar nanti saat hal yang sama terulang lagi,
kamu bisa terbang bebas ke angkasa
tidak perlu lagi harus ku belikan rantai baru agar kamu tetap dalam sangkar
hidup seperti ini berat,
kenapa?
karena ditinggalkanmu sudah membuatku tidak berdaya,
apalagi harus dibuang langsung olehmu, aku bisa gila

Selasa, 27 Maret 2018

Happiness


Ada yang bertanya kepadaku, apakah kamu bahagia?
bagaimana bahagia yang kamu rasakan?
atau kamu sebenarnya tidak bahagia tapi kamu berpura-pura baik-baik saja?
apa memang kamu sangat bahagia hingga tidak bisa berkata apa-apa?

entahlah, jawabku terhadap setiap pertanyaan yang terlontar
aku bahagia, tentu saja.
aku menangis, hampir setiap hari.

bagaimana rasanya?
simpang siur
kadang aku benar-benar lupa, kadang aku ingin pura-pura lupa
untuk segala hal yang kuanggap tabu, untuk beberapa hal yang membuatku terluka

kamu pernah merasa sangat bahagia hingga rasa kesepian seperti melingkupi
ternyata kesedihan datang enggan beralih

pernah sesekali mencoba menghibur diri dengan ingin pamer kebahagiaan diri,
lalu seketika sadar ternyata aku cuma mencemooh diri lantas berfikir "untuk apa?"
apa reward yg aku dapat dengan hal hal bodoh semacam itu?
ahh kebodohanku yang lain yang baru aku sadari,
kebodohan yang lain, yang baru menyadari bahwa mereka di luar sana banyak yang ingin berbahagia tapi selalu dipersulit

semua terasa seperti "entahlah"
aku tidak ingin terlalu bahagia, nanti takut tiba2 terbangun dari semua mimpi indah ini
tapi aku juga enggan berpura pura selalu kesepian, karna aku tau tangan ini selalu tergenggam

entah ini nyata atau hanya mimpi indah, ini seperti kilatan cahaya
layaknya bintang-bintang yang bergelimang aroma
yang tiba2 diremukkan disegala penjuru dunia

aku ingin bahagia selamanya, bukan hanya cinta mencinta yg bisa hancur seketika
aku benci kehilangan saat aku yakin benar2 menjaganya, yg ternyata masih banyak sekali celah keluar untuknya
aku benci menangis, dimana posisi yang aku ingin sudah kugenggam sedemikian erat

untuk apa lagi? bodoh.
jika benci harusnya bilang benci, bukan pura-pura dan terus berpura-pura masih ingin bersama
jika masih suka, harusnya bilang ingin bersama, bukan meninggalkannya dan membikin rumit segalanya

saat ingin ku genggam erat, ternyata tiba-tiba terlepas begitu saja genggamanmu
sedang saat kubiarkan, tetiba tangan ini sudah berwarna kemerah2an
aku ingin kita sama-sama saling menggenggam, tanpa basa basi
dengan perasaan yang tulus dalam hati
bukan dengan kebodohan yang kamu tutup-tutupi

aku bimbang, bukan hanya bualan
aku mengerti, tidak untuk menyakiti
aku rindu, seperti manisnya madu ~~

Senin, 19 Maret 2018

Terkunci Erat

dua anak manusia yang diciptakan
dipertemukan dalam sebuah ikatan
saling berbagi perhatian dan kelembutan
pertengkaran demi pertengkaran telah berjalan
hingga diujung persimpangan datang adanya sebuah pilihan

kamu pergi ke kiri bergandengan tangan
tapi kamu juga menoleh ke kanan karena bosan
mencoba meraih sebuah tangan yang lain
lalu seseorang melepaskan genggaman seraya berlari kecil meninggalkanmu
kamu berhenti sejenak memutuskan menoleh ke kanan atau berusaha menghampiri seseorang yg berlari
kamu memilih menoleh ke kanan untuk berpamitan, tp dia hanya tersenyum padamu (katamu)
kamu mencoba menyusul langkah yang tertinggal didepan
entah jalanmu ini sudah benar atau kamu harus kembali menoleh ke sisi kanan (katamu bimbang)
tetiba kamu behenti, berhenti menyusul ke depan. hanya berhenti.
seseorang didepan yg berharap kamu datang menggenggam lagi akhirnya depresi
lelah akan segalanya dan memutuskan untuk berbelok arah
tapi dari jauh terlihat kamu dengan semua cahaya dibelakangmu
terang, sangat terang hingga membuka matamu pun terasa menyilaukan

kamu mencoba menggenggam sebuah tangan yg kamu (pernah) lepaskan
kamu mencoba meraih sebuah ikatan yang panjang
dengan penuh rasa bosan dan ambisi untuk menang
lantas nanti jika kamu bosan (lagi), kamu akan menoleh (lagi) seperti yg pernah kamu lakukan?

ragu ...
keraguan datang ...
memutuskan untuk sendiri ...
berharap pada diri sendiri ...
mencoba melarikan diri ...

tidak tau apa yang terjadi, lalu hari bahagia tiba
semoga semua adil dan istimewa.
jika kelak ada yang (lagi) datang, putusannya hanyalah sebuah penyesalan rasa kecewa.
that's it.
kecewa tanpa ada harapan pasti,
seraya berkata "im fall in love with you, but i think my super love doesnt enough for you. well done, once again you will be free honey"

melepaskan lebih mudah daripada bertahan,
seperti mencintaimu juga sangat mudah daripada bertahan kala bosan,

pejamkan matamu, dan bayangkan sebuah area pemandangan.
disitu kamu menemukan sebuah senyuman yang membuatmu selalu merasa aman
senyaman dalam sebuah pelukan panjang ~~

SEBUAH RUANG ...




aku tidak menyangka bahwa pertemuan antara kita hanya sebatas bertemu 
tanpa ada makna lain dibalik hubungan kita
tanpa ada makna lain di balik janji kita
tanpa ada makna lain dibalik kenangan kita
hanya di minta untuk bertemu, tidak ada maksud lain
kenapa Tuhan sangat adil sekali terhadap kita?

aku dan kamu berteman lama
bertahun-tahun lamanya
meski lama tak jumpa tapi tetap bertemu dalam suatu kondisi kita
hingga seringkali kita berfikir bahwa kita memang satu sama lain
kita? bukan. hanya aku yg berfikir begitu.
karna yg kutau meski kamu denganku, kamu membagi pula dengan teman dekatmu.
membagi apa? "suatu kedekatan", bisa dibilang itu lebih dari kata "dekat"

kita tidak berjumpa, berbulan-bulan lamanya..
lalu kita bertemu, lagi-lagi dalam suatu kondisi yang tidak memungkinkan.
kondisi dimana aku sudah berjalan ke kanan, sedang kamu menungguku di persimpangan jalan.
kita berdiam diri, mendiamkan segalanya, yang tampak hambar.

tahun berganti, kita memutuskan untuk berhenti saling menoleh.
cukup bahwa aku tau bagaimana kabarmu, dan sebaliknya.
hingga lelah, aku mencoba mencarimu.
apa yang aku dapatkan? benar2 kondisi yang sebaliknya.
kamu sedang berbahagia, sedang aku berusaha bangkit disaat terluka.
dan kamu bilang ingin pergi.

aku berhenti, memutuskan segalanya.
yang bisa aku lakukan, aku mengakhiri segala janji yang pernah kita ukir bersama
everything has gone.
sudah seharusnya aku menyudahi segalanya dari awal, dari awal perjumpaan kita.

waktu telah berlalu, tak kusangka kita dipertemukan lagi dengan kondisi yg sama.
kita sama-sama telah saling berbahagia, 
tapi hanya kamu yg berbahagia, sedang aku tidak (katamu)
aku berfikir lurus kedepan, tidak menghiraukan suaramu yg berusaha memanggilku
tidak menghiraukanmu yg tiba2 datang dan menggenggamku.
aku benar2 melepasmu.
kamu lantas pergi (lagi). dan aku bilang, aku baik-baik saja.

tiba suatu hari, kita bertemu. kukira itu merupakan sebuah kebetulan.
tapi ternyata kamu yg menginginkan segalanya, pertemuan kita.
kamu menggenggam tanganku didepan mereka, erat.
 tatapanmu yg hampir meluluhkan mataku untuk segera berbicara.
katamu pergi, kenapa harus kembali?
aku ingin me-nol-kan segalanya (katamu)

hari itu kita kesana-kemari, berputar-putar tanpa arah
"me-nol-kan" segalanya..

kita harus benar-benar berpisah, 
berpisah untuk bertemu kembali? tanyamu.
tidak, kita harus benar2 berakhir. aku sudah tidak bisa lagi bertemu denganmu.
kamu pergi dan datang tanpa harus kuminta, jadi aku ingin kamu benar2 pergi saat aku memintamu. tolong.
kamu mendiamkanku, lamaa.
aku tidak merindukanmu, aku hanya ingin bertemu. saat kamu sudah tersenyum tertawa, aku juga berbahagia (katamu lagi).
tentu aku berbahagia, aku tidak mengharapkan kebahagiaanmu tapi aku harap kamu selalu bisa tersenyum saat tidak (lagi) denganku.

percakapan terakhir, pertemuan terakhir, kita berpisah. tanpa ada kalimat penyesalan diantara kita.
kenangan dan janji manis yg pernah kita sematkan saat percakapan kita seperti hanya lewat seperti kabut.
 kabut setia datang saat pagi, sama seperti kenangan kita.
hanya bisa menjadi kenangan yg kita pernah lalui di masa-masa itu.

jangan mencari-cariku, krn aku tidak ingin mencari-carimu. 
kamu lebih bisa berbahagia tanpaku, jadi biar masa-masa itu tetap dalam ingatan.
kita bertemu, dan kita pernah saling memiliki. itu sudah cukup.
setelah sekian lama, aku benar-benar bisa rela melepaskanmu. sayonaraaaa. 




Jumat, 22 Desember 2017

Coban Pelangi - Malang - Jawa Timur



Di coban pelangi banyak tempat-tempat yang bisa kau abadikan dalam moment kameramu, seperti di bawah ini:




Air Terjun Coban Pelangi jika di lihat dari atas bukit









Di air terjun ini kamu bisa melihat pelangi di sekitar air terjun, namun saat saya kesana rupanya saya kurang beruntung sehingga saya tidak bisa menemukan adanya pelangi yang muncul.



Perjalanan pulang, karena saat itu musim hujan sehingga kabut tetap melingkupi sepanjang jalan saat menuruni area jalan ke arah malang.